Rangkanarasi.com — Wakil Gubernur Jawa Timur bersama Dewan Pengurus Daerah Real Estate Indonesia (DPD REI) Jawa Timur resmi menyatakan komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan sektor properti di wilayah tersebut. Sinergi ini dilakukan untuk menghadapi dinamika pasar, kebutuhan perumahan yang terus meningkat, serta tantangan lingkungan dan tata ruang yang makin kompleks. Kerja sama strategis ini tidak hanya bertujuan memperkuat sektor penunjang ekonomi regional, tetapi juga memastikan bahwa pembangunan Properti bergerak ke arah yang lebih berkelanjutan dan berpihak pada masyarakat.
Dalam agenda audiensi dan diskusi terbuka yang digelar di Surabaya, pemerintah daerah dan DPD REI Jatim menyoroti pentingnya keterlibatan aktif pengembang dalam menciptakan inovasi baru yang ramah lingkungan, serta mengutamakan pembangunan yang selaras dengan kebutuhan masyarakat. Wagub menekankan bahwa stabilitas sektor properti merupakan salah satu penopang utama ekonomi Jawa Timur, sehingga harus dijaga melalui kebijakan yang tepat dan kolaborasi kuat lintas sektor.
Kondisi Pasar Properti Jatim yang Bergerak Dinamis
Pasar properti Jawa Timur dalam beberapa tahun terakhir mengalami berbagai tantangan, mulai dari perubahan daya beli masyarakat, peningkatan biaya konstruksi, hingga kebutuhan akan hunian terjangkau yang terus bertambah. Selain itu, perkembangan kawasan industri dan infrastruktur baru di sejumlah daerah seperti Gresik, Sidoarjo, hingga Kediri menyebabkan permintaan properti meningkat signifikan.
Namun, di sisi lain, sektor properti juga menghadapi kendala regulasi perizinan, keterbatasan lahan strategis, dan isu lingkungan yang semakin menjadi perhatian publik. Wagub menilai bahwa perlu ada model kerja sama yang lebih adaptif agar para pengembang dapat menjaga kualitas pembangunan di tengah berbagai tekanan ekonomi.
DPD REI Jatim dalam forum tersebut turut menyampaikan bahwa para pengembang membutuhkan kepastian regulasi yang stabil, terutama terkait tata ruang, penyederhanaan perizinan, serta dukungan dalam pengembangan kawasan berorientasi hijau.
Pembangunan Berkelanjutan Jadi Fokus Utama Pemerintah dan Pengembang
Salah satu poin utama dalam sinergi ini adalah komitmen untuk mengedepankan prinsip keberlanjutan dalam proyek properti di Jawa Timur. Pemerintah menekankan pentingnya pembangunan yang memperhatikan aspek lingkungan seperti penggunaan material ramah lingkungan, pengelolaan limbah konstruksi, dan pengembangan ruang terbuka hijau.
DPD REI Jatim menyatakan kesiapannya untuk mengikuti arahan tersebut dengan mendorong setiap anggota pengembang mengimplementasikan konsep green building, efisiensi energi, serta desain hunian yang menyesuaikan kondisi iklim tropis. Upaya ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat terhadap hunian yang sehat, hemat energi, dan nyaman ditempati.
Wagub juga menyoroti kebutuhan integrasi teknologi dalam pembangunan modern. Ia mendorong pemanfaatan digitalisasi dalam sistem manajemen proyek, pemasaran, hingga layanan pelanggan untuk meningkatkan kualitas layanan serta mempercepat proses distribusi informasi kepada calon pembeli.
Percepatan Perizinan dan Harmonisasi Tata Ruang
Sektor properti dikenal sebagai sektor dengan proses perizinan yang kompleks. Untuk itu, Wagub menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen melakukan perbaikan sistem agar proses perizinan lebih mudah, transparan, dan cepat. Digitalisasi layanan menjadi prioritas agar keterlambatan administrasi tidak menghambat pembangunan.
Pemda juga akan memperkuat harmonisasi tata ruang antara kabupaten/kota dengan pemerintah provinsi. Wagub menyatakan bahwa penyelarasan tata ruang menjadi penting agar pengembang tidak terjebak dalam ketidaksesuaian lahan yang berdampak pada tertundanya proyek, meruginya pengembang, dan terhambatnya kebutuhan hunian masyarakat.
DPD REI Jatim menyambut baik langkah ini karena sinkronisasi tata ruang akan memberikan kepastian jangka panjang sekaligus mencegah konflik lahan yang selama ini menjadi masalah di beberapa daerah.
Dukungan Terhadap Ketersediaan Hunian Terjangkau
Dalam pertemuan tersebut, Wagub menegaskan bahwa penyediaan hunian layak dan terjangkau merupakan prioritas pemerintah. Jawa Timur sebagai salah satu provinsi dengan populasi terbesar di Indonesia membutuhkan kolaborasi kuat dengan sektor swasta untuk menekan backlog perumahan.
DPD REI Jatim berkomitmen memperluas pembangunan rumah bersubsidi, terutama di wilayah pinggiran dan kawasan ekonomi baru. Para pengembang juga siap memperbaiki kualitas hunian bersubsidi agar masyarakat berpenghasilan rendah mendapatkan rumah yang tidak hanya murah, tetapi juga aman, kuat, dan memiliki fasilitas dasar yang baik.
Sinergi ini diharapkan mempercepat realisasi program sejuta rumah, sekaligus memberikan stimulus bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Membuka Peluang Investasi dan Ekspansi Kawasan Baru
Wagub mengajak para pengembang untuk melihat peluang besar di sektor properti Jawa Timur, terutama dengan berkembangnya kawasan-kawasan baru. Proyek Tol Trans Jawa, pembangunan bandara, pelabuhan, dan kawasan industri telah membuka potensi investasi di berbagai daerah seperti Pasuruan, Banyuwangi, Lamongan, hingga Madiun.
DPD REI Jatim menilai bahwa percepatan pembangunan infrastruktur dapat mendorong pengembang menghadirkan kawasan permukiman terpadu, pusat bisnis baru, dan perumahan menengah yang terintegrasi dengan fasilitas transportasi publik.
Keberadaan pusat ekonomi baru ini menjadi pendorong penting bagi pertumbuhan properti yang lebih merata dan tidak hanya terpusat di Surabaya.
Komitmen Bersama untuk Menjaga Kepercayaan Publik
Baik pemerintah maupun pengembang sepakat bahwa kepercayaan publik merupakan fondasi utama keberlanjutan sektor properti. Jika konsumen merasa aman, terlindungi, dan mendapatkan produk yang berkualitas, maka stabilitas pasar akan terjaga dengan sendirinya.
Wagub meminta DPD REI Jatim untuk menjaga transparansi harga, memperbaiki layanan purna jual, dan memastikan setiap proyek sesuai standar keselamatan konstruksi. Sementara itu, pengembang meminta dukungan pemerintah untuk terus memastikan regulasi yang tidak berubah-ubah.
Harapan untuk Masa Depan Properti Jawa Timur
Dengan terbentuknya sinergi kuat antara Wagub dan DPD REI Jatim, masa depan sektor properti Jawa Timur diharapkan lebih stabil, responsif, dan berkelanjutan. Pengembangan kawasan baru, pembangunan hijau, percepatan perizinan, serta penyediaan hunian terjangkau menjadi misi bersama yang terus diperkuat.
Kerja sama ini menjadi tonggak baru dalam pembangunan ekonomi Jawa Timur, memastikan bahwa sektor properti tetap menjadi pilar pertumbuhan yang memberikan manfaat bagi masyarakat, pengembang, dan pemerintah daerah.