Anak Broken Home Yang Kini Dikenal Sebagai DJ Berbakat

Anak Broken Home Yang Kini Dikenal Sebagai DJ Berbakat

RANGKA NARASI – Di balik gemerlap lampu warna-warni dan dentuman bass yang menggetarkan lantai dansa, sering kali tersimpan cerita yang kontras dengan keriuhan tersebut. Bagi sebagian orang, musik elektronik atau EDM (Electronic Dance Music) adalah pelarian. Namun, bagi seorang Disc Jockey (DJ) muda yang kini namanya mulai melambung di kancah nasional, musik adalah penyelamat hidup. Perjalanannya bukan dimulai dari studio mewah, melainkan dari puing-puing kehancuran sebuah keluarga—sebuah realita yang akrab disebut sebagai anak broken home.

Kisah Anak Broken Home Yang Kini Menjelma Jadi DJ Berbakat

Tumbuh dalam lingkungan keluarga yang tidak harmonis bukanlah perkara mudah. Bagi sang DJ, masa kecilnya diwarnai dengan kebisingan yang salah: pertengkaran orang tua, piring yang pecah, hingga keheningan yang menyesakkan setelah perceraian terjadi. Menjadi anak broken home sering kali memberikan stigma negatif di masyarakat; dianggap nakal, kurang kasih sayang, atau kehilangan arah.

Namun, di tengah retaknya fondasi rumah tangga tersebut, ia menemukan sebuah pelarian positif. Alih-alih terjerumus ke dalam pergaulan bebas atau zat terlarang, ia justru jatuh cinta pada frekuensi suara. Baginya, setiap ketukan irama adalah cara untuk menenggelamkan suara-suara luka di kepalanya. Ia mulai belajar secara otodidak, memahami bagaimana sebuah beat bisa bercerita lebih banyak daripada kata-kata yang sulit diucapkan kepada orang tuanya.

Turn Tabel Sebagai Terapi

Memasuki usia remaja, ketertarikannya pada dunia djing semakin mendalam. Peralatan pertama yang ia miliki hanyalah aplikasi sederhana di laptop tua. Namun, dedikasinya luar biasa. Ia menghabiskan malam-malam sepi di kamarnya untuk meramu genre progresif dan house music. Baginya, memutar piringan hitam atau menekan tombol cue adalah bentuk terapi.

“Saat saya berada di belakang meja DJ, saya tidak lagi merasa sebagai anak yang ditinggalkan. Saya merasa sebagai konduktor dari perasaan orang banyak,” ujarnya dalam sebuah sesi wawancara. Transformasi ini menjadi titik balik penting. Luka batin akibat perpisahan orang tua ia olah menjadi energi kreatif. Setiap transisi lagu yang ia mainkan mencerminkan fluktuasi emosi yang pernah ia lalui: dari kesedihan yang lambat hingga ledakan kegembiraan yang energetik.

Menembus Stigma Dan Meraih Panggung

Perjalanan menuju panggung profesional tidaklah instan. Ia harus menghadapi pandangan sebelah mata, baik karena latar belakang keluarganya maupun stereotip dunia malam yang dianggap kelam. Namun, bakat tidak bisa berbohong. Kemampuannya membaca crowd (kerumunan) dan teknik mixing yang halus membuatnya mulai dilirik oleh promotor-promotor besar.

Kini, sosok yang dulu merasa kehilangan arah ini telah menjadi DJ berbakat yang diperhitungkan. Ia tidak lagi dikenal karena kisah sedih masa lalunya, melainkan karena karya-karyanya yang mampu menghidupkan suasana di festival-festival musik besar. Kepiawaiannya dalam memadukan unsur musik tradisional dengan sentuhan modern elektronik menjadi ciri khas yang membuatnya unik di industri yang sangat kompetitif ini.

Inspirasi Bagi Generasi Muda

Kisah sukses ini menjadi pengingat kuat bahwa latar belakang keluarga tidak seharusnya menentukan masa depan seseorang. Menjadi anak broken home memang memberikan beban mental yang berat, tetapi hal itu juga bisa menjadi bahan bakar untuk membuktikan diri. Ia membuktikan bahwa dari rumah yang hancur, bisa lahir sebuah simfoni yang indah.

Kini, selain aktif tampil di berbagai klub dan festival, ia juga sering membagikan motivasi melalui media sosialnya. Ia ingin rekan-rekan muda yang mengalami nasib serupa tahu bahwa mereka memiliki hak untuk sukses. Melalui musiknya, ia menyampaikan pesan bahwa kegelapan masa lalu hanyalah latar belakang agar cahaya keberhasilan terlihat lebih terang.