Rangka Narasi — Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Kalimantan Barat menegaskan bahwa iklim properti di wilayah ini tetap positif meski menghadapi berbagai tantangan ekonomi. Data terbaru dari APERSI Kalbar menunjukkan permintaan hunian, baik rumah tapak maupun apartemen, terus meningkat, terutama di kota-kota besar seperti Pontianak, Singkawang, dan Ketapang. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa sektor properti masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk investasi jangka panjang.
Faktor Pendorong Pertumbuhan
Beberapa faktor yang mendorong iklim properti tetap tumbuh antara lain:
- Permintaan Hunian yang Stabil – Rumah untuk kelas menengah tetap diminati, terutama hunian modern dan terjangkau.
- Dukungan Pemerintah – Insentif KPR, kemudahan perizinan, dan pembangunan infrastruktur mendukung perkembangan perumahan.
- Investasi Infrastruktur – Pembangunan jalan, jembatan, dan fasilitas publik membuat lokasi hunian baru semakin strategis.
- Urbanisasi dan Migrasi – Pertumbuhan kota dan perpindahan penduduk ke wilayah perkotaan meningkatkan kebutuhan hunian.
Kombinasi faktor ini membuat pengembang tetap optimistis untuk melanjutkan proyek-proyek baru di Kalbar.
Fokus APERSI Kalbar pada Hunian Berkualitas
APERSI Kalbar menekankan pentingnya kualitas hunian yang tetap terjangkau. Pengembang berkomitmen menghadirkan rumah yang aman, nyaman, dan memiliki akses mudah ke fasilitas publik. Strategi ini tidak hanya menjaga permintaan tetap stabil tetapi juga meningkatkan nilai investasi properti di wilayah tersebut.
Tren Hunian dan Preferensi Masyarakat
Menurut survei APERSI Kalbar, masyarakat kini lebih memilih hunian dengan:
- Akses ke fasilitas publik seperti sekolah, rumah sakit, dan pusat perbelanjaan.
- Lingkungan hijau dan sehat, dengan taman dan ruang terbuka.
- Desain modern dan fungsional yang sesuai gaya hidup urban.
- Keamanan yang baik, termasuk sistem keamanan 24 jam.
Tren ini mendorong pengembang menyesuaikan desain, fasilitas, dan harga hunian agar lebih menarik bagi pasar.
Tantangan yang Dihadapi Pengembang
Meskipun pertumbuhan positif, pengembang menghadapi beberapa tantangan:
- Kenaikan Harga Bahan Bangunan – Inflasi dapat meningkatkan biaya pembangunan dan memengaruhi harga jual.
- Persaingan Pasar – Banyak pengembang baru masuk ke pasar Kalbar sehingga strategi pemasaran dan diferensiasi produk menjadi penting.
- Proses Perizinan – Beberapa proyek menghadapi kendala administratif yang memerlukan koordinasi dengan pemerintah daerah.
- Fluktuasi Ekonomi – Perubahan ekonomi makro dapat memengaruhi daya beli masyarakat dan stabilitas pasar properti.
APERSI Kalbar bekerja sama dengan pemerintah dan pemangku kepentingan untuk mengatasi tantangan ini melalui kebijakan dan regulasi yang mendukung pengembang.
Dukungan Infrastruktur dan Pemerintah
Pemerintah Kalimantan Barat mendukung pertumbuhan properti melalui pembangunan infrastruktur dan program kebijakan. Beberapa inisiatif yang disorot antara lain:
- Pengembangan jaringan jalan dan transportasi publik agar perumahan lebih mudah diakses.
- Insentif pajak bagi pengembang dan pembeli rumah pertama.
- Program KPR bersubsidi untuk meningkatkan keterjangkauan rumah bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.
Dukungan ini menjadi katalisator pertumbuhan dan memberi keyakinan bagi pengembang untuk tetap berinvestasi di Kalbar.
Dampak Positif bagi Ekonomi dan Masyarakat
Pertumbuhan properti membawa dampak positif bagi ekonomi lokal dan masyarakat, seperti:
- Menciptakan lapangan kerja di sektor konstruksi, pemasaran, dan jasa terkait properti.
- Meningkatkan investasi lokal dan nasional, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
- Menyediakan hunian berkualitas bagi masyarakat, meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan.
Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa properti bukan hanya sektor bisnis, tetapi juga bagian penting dari pembangunan ekonomi dan sosial Kalbar.
Strategi Pengembang Menuju 2026
Menjelang tahun 2026, pengembang yang tergabung dalam APERSI Kalbar fokus pada beberapa strategi:
- Pengembangan Proyek Strategis – Memilih lokasi yang dekat fasilitas publik dan transportasi.
- Inovasi Produk – Menawarkan desain hunian modern, ramah lingkungan, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
- Kolaborasi dengan Pemerintah – Mempercepat perizinan, akses pembiayaan, dan dukungan infrastruktur.
- Pemasaran Digital – Memanfaatkan media sosial dan platform online untuk menjangkau calon pembeli lebih luas.
Strategi ini diharapkan menjaga pertumbuhan properti tetap positif sekaligus meningkatkan daya saing pengembang Kalbar.
Prospek Properti Kalbar Positif
APERSI Kalbar menegaskan bahwa iklim properti di Kalimantan Barat tetap tumbuh meski menghadapi tantangan ekonomi dan persaingan pasar. Kombinasi permintaan stabil, dukungan pemerintah, investasi infrastruktur, dan inovasi pengembang menjadi faktor utama pertumbuhan ini. Dengan strategi yang tepat, Kalbar diproyeksikan menjadi salah satu wilayah dengan pasar properti berkembang pesat di Indonesia, memberikan hunian berkualitas dan peluang ekonomi yang luas bagi masyarakat.
