Visiting Classmate Home, Cara Seru Menanamkan Adab Bertamu

Visiting Classmate Home, Cara Seru Menanamkan Adab Bertamu

Rangkanarasi.com — Pada Senin-Selasa (24-25/11/2025) TPA–TC–KB–TK Aisyiyah Bebekan, Sidoarjo menyelenggarakan kegiatan Visiting Classmate Home atau berkunjung ke rumah teman.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembelajaran luar kelas yang berorientasi pada pengembangan karakter, sosial-emosional, serta pembiasaan adab dalam kehidupan sehari-hari.

Program ini merupakan agenda rutin yang selalu dinantikan oleh anak-anak, guru, dan orang tua murid karena memberikan pengalaman belajar yang nyata, menyenangkan, dan penuh kedekatan.

Kegiatan Visiting Classmate Home dirancang sebagai upaya sekolah untuk mempererat tali silaturahmi antara peserta didik, orang tua, dan tenaga pendidik. Dengan mengunjungi rumah salah satu teman sekelas, anak-anak dapat melihat kehidupan temannya lebih dekat, mengenal lingkungan rumahnya, serta belajar berinteraksi di luar suasana formal kelas.

Sebelum berangkat, Ustaz Massuniyan menyampaikan pesan kepada anak-anak.

“Nanti sampai di rumah jangan lupa mengucap salam, bersalaman dengan mama papanya, dan tidak boleh lari-larian. Harus yang sopan, yaa.”

Bertamu merupakan bagian penting dari interaksi sosial yang mendidik anak tentang sopan santun, rasa hormat, dan empati. Mengunjungi rumah teman atau visiting classmate home menjadi metode efektif untuk menanamkan adab bertamu secara praktis. Metode ini tidak hanya memberikan pengalaman nyata, tetapi juga membuat pembelajaran etika menjadi lebih menyenangkan.

Kegiatan ini memungkinkan anak memahami nilai menghargai tuan rumah, menghormati aturan rumah tangga teman, dan bersikap sopan dalam setiap interaksi sosial.

Kegiatan visiting classmate home biasanya dilakukan dalam kelompok kecil dengan pengawasan guru atau orang tua. Setiap kunjungan dirancang untuk memberikan pengalaman sosial positif dan membangun keterampilan interpersonal. Anak-anak belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, menghormati aturan rumah teman, serta meningkatkan kemampuan komunikasi mereka.

Selain itu, kegiatan ini memperkuat ikatan persahabatan antar siswa karena mereka berbagi pengalaman di luar lingkungan sekolah.

Beberapa adab bertamu yang diperkenalkan melalui kegiatan ini meliputi:

  1. Memberi Salam dan Perkenalan – Anak-anak belajar menyapa tuan rumah dengan sopan dan memperkenalkan diri jika diperlukan.
  2. Menghormati Aturan Rumah – Menunggu izin sebelum duduk, tidak menyentuh barang pribadi, dan mengikuti norma yang berlaku di rumah teman.
  3. Berbicara dengan Santun – Menggunakan bahasa yang ramah, tidak memotong pembicaraan, dan menghargai percakapan orang lain.
  4. Menyampaikan Terima Kasih – Memberikan ucapan terima kasih kepada tuan rumah setelah kunjungan selesai.

Praktik langsung membantu anak lebih mudah memahami konsep ini dibandingkan pembelajaran teori semata.

Manfaat Sosial dan Emosional

Visiting classmate home tidak hanya mengajarkan etika, tetapi juga mengembangkan keterampilan sosial dan emosional anak. Mereka belajar:

  • Empati – Memahami kebiasaan dan kondisi rumah teman.
  • Kerja Sama – Berinteraksi dan beraktivitas bersama teman dengan saling menghargai.
  • Percaya Diri – Berani berinteraksi dengan lingkungan baru dan memperluas jaringan sosial.

Manfaat ini membentuk karakter anak yang lebih matang dan mampu beradaptasi di berbagai situasi sosial.

Kegiatan Seru Selama Kunjungan

Selain praktik bertamu, kunjungan dapat diisi dengan kegiatan interaktif seperti:

  • Permainan Edukatif – Bermain sambil belajar aturan dan nilai kerjasama.
  • Proyek Bersama – Membuat kerajinan atau mini project yang melibatkan seluruh peserta.
  • Diskusi Ringan – Memberikan kesempatan anak untuk bertanya atau bercerita dengan sopan.

Kegiatan ini membuat pengalaman bertamu menyenangkan dan tidak membosankan, sehingga adab bertamu dapat diterima dengan lebih baik.

Guru dan orang tua memiliki peran penting dalam keberhasilan kegiatan ini. Guru menyiapkan modul dan memberikan arahan tentang etika bertamu, sedangkan orang tua memastikan keamanan dan kenyamanan anak di rumah teman.

Kolaborasi ini membantu anak-anak belajar sopan santun dalam lingkungan yang aman dan positif, sekaligus membangun kebiasaan sosial yang baik sejak dini.

Beberapa tantangan yang mungkin muncul antara lain: anak malu, sulit mengikuti aturan, atau lingkungan rumah yang berbeda. Strategi mengatasinya antara lain:

  • Memberikan pengarahan dan simulasi di kelas sebelum kunjungan.
  • Memberikan motivasi dan penguatan positif dari guru dan orang tua.
  • Memulai kunjungan dari rumah teman yang dekat dan nyaman.

Pendekatan bertahap ini membuat anak lebih siap dan percaya diri selama kegiatan.

Dengan konsistensi, visiting classmate home membentuk kebiasaan positif yang akan terbawa hingga dewasa. Anak-anak yang terbiasa menghormati aturan rumah orang lain, berbicara sopan, dan menghargai privasi teman cenderung memiliki kemampuan sosial yang lebih baik.

Kegiatan ini juga memperluas pengalaman sosial anak dan menanamkan nilai toleransi, empati, dan hormat terhadap orang lain.

Visiting classmate home menjadi metode edukatif yang efektif untuk menanamkan adab bertamu. Dengan praktik langsung, kegiatan interaktif, bimbingan guru, dan dukungan orang tua, anak-anak belajar menghormati orang lain, bersikap sopan, dan membangun hubungan sosial positif.

Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan etika, tetapi juga meningkatkan keterampilan sosial, empati, dan percaya diri, sehingga menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermanfaat bagi masa depan anak. Dengan metode ini, generasi muda dapat tumbuh menjadi individu yang beradab, sopan, dan mampu bersosialisasi dengan baik dalam masyarakat.