Home Care Pascabencana Banjir Aceh Tamiang Hadir untuk Warga Terdampak

Home Care Pascabencana Banjir Aceh Tamiang Hadir untuk Warga Terdampak

Rangka NarasiPascabencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh Tamiang, tim medis dari Ummat melakukan aksi cepat tanggap dengan menyelenggarakan layanan home care untuk warga terdampak di Desa Rantau Pauh. Tim yang terdiri dari dokter, perawat, dan relawan kesehatan ini menyisir rumah-rumah warga untuk memastikan kondisi kesehatan mereka tetap terjaga setelah banjir surut.

Banjir yang terjadi akibat hujan deras selama beberapa hari telah menggenangi pemukiman warga, menyebabkan banyak rumah terendam dan mengganggu akses terhadap layanan kesehatan. Kehadiran tim Ummat menjadi penopang penting bagi masyarakat, terutama anak-anak, lansia, dan warga yang memiliki penyakit kronis.

Pelayanan Kesehatan Gratis untuk Korban

Dalam program home care, tim medis Ummat memberikan pelayanan kesehatan secara langsung di rumah korban. Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, pemberian obat-obatan, penyuluhan pencegahan penyakit pascabanjir, serta pendampingan psikologis bagi warga yang mengalami trauma.

“Kami datang langsung ke rumah-rumah warga untuk memastikan tidak ada yang terabaikan. Banyak korban banjir membutuhkan perhatian medis segera karena kondisi lingkungan yang basah dan lembab berpotensi menimbulkan penyakit kulit, diare, dan infeksi saluran pernapasan,” ujar Dr. Rizki, Koordinator Tim Medis Ummat.

Selain pemeriksaan medis, tim juga membagikan paket bantuan kesehatan berupa vitamin, antiseptik, masker, dan obat-obatan ringan. Tujuannya untuk memperkuat sistem imun warga dan mencegah munculnya penyakit pascabanjir.

Fokus pada Anak-anak dan Lansia

Tim Ummat memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan, seperti anak-anak dan lansia. Anak-anak diperiksa tumbuh kembangnya, status gizi, dan diberikan vaksinasi bila diperlukan. Sementara lansia mendapatkan pemeriksaan rutin untuk penyakit kronis, termasuk hipertensi, diabetes, dan gangguan pernapasan.

Seorang warga, Ibu Siti (62), mengaku lega dengan kehadiran tim medis di rumahnya. “Kami kesulitan pergi ke puskesmas karena jalan masih becek. Tim Ummat datang langsung, memeriksa saya dan anak-anak, serta memberi obat. Sangat membantu,” ujarnya.

Pencegahan Penyakit Pascabanjir

Banjir tidak hanya menyebabkan kerusakan material tetapi juga memicu potensi penyakit menular. Tim medis Ummat memberikan penyuluhan tentang pencegahan penyakit seperti diare, demam berdarah, infeksi kulit, dan gangguan saluran pernapasan.

Relawan kesehatan juga memberikan edukasi cara menjaga kebersihan lingkungan, mengolah air bersih, dan memisahkan makanan dari kontaminasi. Langkah ini dinilai penting untuk meminimalkan risiko penyakit yang sering muncul pascabanjir.

Koordinasi dengan Pemerintah dan Relawan Lokal

Program home care Ummat dilakukan bekerja sama dengan pihak kepala desa, puskesmas setempat, dan relawan lokal. Koordinasi ini memastikan bahwa pelayanan kesehatan menjangkau seluruh warga terdampak, termasuk yang berada di lokasi terpencil.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi dengan pemerintah dan relawan lokal membuat layanan lebih efektif dan tepat sasaran,” kata Koordinator Relawan Ummat, Andi Pratama.

Dampak Positif Home Care bagi Warga

Hingga saat ini, ratusan warga Rantau Pauh telah menerima layanan home care. Para korban banjir mengaku merasa lebih tenang karena mendapat perhatian medis secara langsung. Selain itu, edukasi kesehatan yang diberikan membantu warga lebih waspada terhadap penyakit pascabanjir.

Seorang ibu muda, Nur Aini, menambahkan, “Anak saya sempat demam setelah banjir. Tim Ummat memeriksa langsung, memberi obat, dan memberi tips supaya anak cepat pulih. Kami merasa terbantu sekali.”

Komitmen Tim Ummat untuk Masyarakat

Tim medis Ummat menegaskan bahwa layanan home care akan terus dilakukan selama kondisi darurat masih ada. Program ini menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap warga yang terdampak bencana, sekaligus mendorong kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan di masa pemulihan.

“Kesehatan masyarakat adalah prioritas utama kami. Kami berharap kehadiran tim medis bisa membantu mempercepat pemulihan dan memberi rasa aman bagi warga pascabanjir,” jelas Dr. Rizki.

Program home care ini diharapkan menjadi model layanan kesehatan cepat tanggap bencana di Aceh Tamiang dan wilayah rawan bencana lainnya. Selain memberikan pertolongan medis, program ini juga memperkuat solidaritas sosial dan peran aktif komunitas dalam menghadapi musibah.

Banjir memang meninggalkan luka, tetapi dengan dukungan tim medis, relawan, dan warga sendiri, pemulihan bisa dilakukan lebih cepat dan menyeluruh. Kehadiran Ummat di Rantau Pauh menjadi bukti nyata bahwa kepedulian sosial dan pelayanan kesehatan bisa berjalan bersamaan demi kesejahteraan masyarakat.