Pemkab Muba Gelar Pelatihan Home Industri dan Keamanan Pangan Untuk Pelaku Desa

Pemkab Muba Gelar Pelatihan Home Industri dan Keamanan Pangan Untuk Pelaku Desa

Rangkanarasi.com — Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Pemkab Muba) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dengan menyelenggarakan pelatihan Home Industri dan Keamanan Pangan. Kegiatan ini diikuti oleh 35 pelaku usaha dari berbagai desa, dengan tujuan meningkatkan kemampuan teknis, standar produksi, serta daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas.

Bupati Muba menyampaikan bahwa pengembangan kapasitas pelaku usaha merupakan salah satu program prioritas untuk memperkuat ekonomi desa.

“Kami ingin pelaku usaha desa tidak hanya bisa memproduksi, tetapi juga mampu memasarkan produk dengan standar aman dan berkualitas,” ujar Bupati.

Pelatihan home industri menekankan pada penguasaan teknik produksi yang efisien dan kreatif. Para peserta diberikan materi terkait manajemen produksi, pengolahan bahan baku, pengemasan, hingga branding produk agar lebih menarik di pasaran.

Instruktur ahli membimbing peserta dalam membuat produk unggulan, mulai dari makanan olahan, kerajinan tangan, hingga produk rumah tangga lain. Tujuannya adalah agar setiap pelaku usaha mampu menciptakan produk yang memiliki nilai jual tinggi, aman dikonsumsi, dan sesuai standar industri.

Selain pengembangan produk, pelatihan ini juga menekankan keamanan pangan sebagai aspek utama dalam menjaga kepercayaan konsumen. Peserta diberikan pemahaman mengenai higienitas, sanitasi produksi, cara penyimpanan bahan baku, dan prosedur pengolahan makanan yang aman.

Kepala Dinas Kesehatan Muba menjelaskan,“Standar keamanan pangan tidak hanya melindungi konsumen, tetapi juga meningkatkan reputasi produk lokal. Produk yang aman tentu lebih mudah diterima di pasar, baik lokal maupun nasional.”

Sebanyak 35 peserta yang berasal dari desa-desa di Muba ikut serta dalam pelatihan ini. Mereka mewakili berbagai sektor, mulai dari kuliner tradisional, industri kerajinan, hingga pengolahan produk pertanian lokal. Keikutsertaan mereka menunjukkan antusiasme pelaku usaha untuk terus mengembangkan kualitas dan daya saing produknya.

Para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk praktik langsung, simulasi produksi, dan sesi evaluasi dari instruktur. Hal ini membantu mereka memahami secara langsung teknik-teknik yang dapat diterapkan di usaha masing-masing.

Pelatihan ini memberikan sejumlah manfaat strategis bagi pelaku usaha, antara lain:

  • Meningkatkan keterampilan produksi sehingga produk lebih berkualitas dan efisien.
  • Memahami standar keamanan pangan untuk menjaga kepercayaan konsumen.
  • Membuka peluang pasar baru melalui branding dan packaging yang menarik.
  • Mendorong inovasi produk agar lebih kompetitif di tingkat lokal maupun nasional.

Dengan peningkatan kemampuan ini, pelaku usaha desa diharapkan mampu bersaing dengan produk komersial lainnya, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat lokal.

Pemkab Muba juga berkomitmen memberikan pendampingan lanjutan setelah pelatihan. Pendampingan ini mencakup bimbingan teknis, akses perizinan, dan fasilitas pemasaran, sehingga produk hasil home industri dapat berkembang lebih maksimal.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Muba menambahkan, “Pelatihan ini bagian dari upaya jangka panjang untuk menciptakan ekosistem usaha desa yang berkelanjutan. Pemerintah akan terus mendukung pelaku usaha agar produknya dikenal luas dan tetap aman bagi konsumen.”

Dengan terselenggaranya pelatihan home industri dan keamanan pangan, Pemkab Muba berharap pelaku usaha desa memiliki kompetensi yang lebih baik. Daya saing produk lokal pun diharapkan meningkat, sehingga bisa menembus pasar regional, nasional, bahkan internasional.

Bupati menekankan pentingnya inovasi dan kualitas dalam setiap produk desa.

“Dengan keterampilan dan pengetahuan yang diperoleh dari pelatihan, kami yakin pelaku usaha desa akan mampu bersaing, meningkatkan pendapatan, dan memberdayakan masyarakat sekitar,” jelasnya.

Pelatihan home industri dan keamanan pangan yang digelar Pemkab Muba menjadi langkah strategis dalam pengembangan ekonomi desa. Dengan partisipasi 35 pelaku usaha dan materi pelatihan yang komprehensif, diharapkan setiap peserta mampu meningkatkan kualitas produk, menjaga standar keamanan pangan, dan memperkuat daya saing di pasar.

Program ini menunjukkan bahwa pemberdayaan ekonomi lokal melalui pelatihan dan pendampingan tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Kabupaten Musi Banyuasin.